Kasih makan dengan kursor

Subscribe to Feed


Jumlah Pengunjung

Tanggal berapa hari ini..?

Menurut Anda..?

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia
Sang Petualang Mencari Ma'na Hidup dan Kehidupan
RSS

PENGETAHUAN

Integritas Seorang Pemimpin
Oleh: Akhmad Rifa’i Ma’ruf Makitsi
Krisis ekonomi yang memuncak pada tahun 1998an merupakan titik mula dari timbulnya berbagai krisis di negeri ini, baik krisis politik, keamanan, kepercayaan publik dan tak terkecuali krisis kepemimpinan.
Indonesia merupakan negara demokrasi besar dengan sistem desentralisasi kekuasaan yang memberikan kesempatan kepada setiap warga negaranya untuk menjadi pemimpin, mulai dari tingkat Rt sampai kepala negara.
Indonesia menjadi ramai setiap kali menjelang dilaksanakanya pemilu, sebagai ajang pesta demokrasi, baik pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota. kebanyakan calon yang diusung oleh parpol maupun independent sibuk dengan berbagai persiapan strategi guna memperoleh suara terbanyak, sementara itu masyarakat mulai banyak membicarakan sosok pemimpin yang mereka inginkan, yang di anggap akan mampu membawa efek perubahan.
Secara umum masyarakat menghendaki pemimpin yang cerdas, dalam lingkup kecerdasan intelektual maupun kecerdasan memimpin (leadership intelligence) yang terefleksi melalui kemampuan mempengaruhi masyarakat melalui kharisma dan keteladanannya, bukan melalui selembar uang yang di bagi bagikan menjelang pemilu seperti yang banyak terjadi belakangan ini demi meraih kursi pemerintahan.
Seorang petani akan berkata bahwa pemimpin yang baik adalah yang mampu menaikan harga jual hasil pertanian dan kemudahan memperoleh pupuk bersubsidi, seorang buruh akan berkata bahwa pemimpin yang baik adalah yang dapat menaikan UMR atau UMK melalui kebijakannya, seorang guru akan berkata bahwa pemimpin yang baik adalah yang mampu mensejahterakan dan mengangkat taraf kehidupan kaum guru sebagai pilar utama pendidikan, lain lagi bagi kalangan nelayan dan pengusaha, semua pihak memiliki kriteria pimimpin yang baik menurut kepentingan masing masing.
Pemimpin dambaan rakyat adalah pemimpin yang bertanggung jawab, baik secara konstitusional maupun moral, berorientasi pengabdian kepada masyarakat semata, bukan orientasi kekuasan, Kerja dan upayanya ditujukan demi kepentingan rakyat, berani berspekulasi, transformatif, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingga tanggap dengan realita kehidupan yang menimpa kaum miskin dan lemah, mampu memberdayakan potensi SDA maupun SDM yang ada demi kepentingan umum bersama, bukan kepentingan pribadi, partai politik, maupun golonganya.
Nenek moyang orang jawa memiliki falsafah kepemimpinan yang di sebut Hasta Brata, dengan menamsilkan kepada delapan obyek yaitu: 1. Surya (matahari) sifat dasar matahari adalah menyinari dan memberikan penghangatan, seorang pemimpin harus mampu memberikan pencerahan masa depan sebuah bangsa atau daerah 2. Kisma (tanah) sifat dasar tanah yang selalu menerima meskipun berada di bawah dan terinjak injak, pemimpin hendaknya mampu menahan diri manakala mengalami tekakan tekanan dari berbagai pihak 3. Tirta (air) sifat air yang selalu datar dalam wadah apapun menggambarkan keadilan dan persamaan kepada siapapun tanpa memandang ras, etnik, maupun golongan, 4. Dahana (api) sifat api yang membara mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi pelopor dalam pembangunan di berbagai sektor, 5. Samirana (angin) sifat angin dimana saja tanpa diskriminasi dan memberikan hawa kesejukan, seorang pemimpin akan lebih dicintai apabila tidak membedakan dalam pembangunan satu wilayah dengan wilayah yang lain, 6. Samudra (laut) sifat laut yang luas mensyaratkan bahwa pemimpn haruslah orang yang berwawasan luas , 7. Candra (bulan) nilai kindahan dan romantisitas ada pada bulan memberi kesan bahwa pemimpin haruslah dapat berbaur dengan segala golongan dan 8. Kartika (bintang) sifat bulan sinarnya tajam mengisyarakatkan bahwa pemimpin harus mampu melihat berbagai konsisi sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Pemimpin yang baik senantiasa loyal kepada rakyat, dapat dipercaya dan dicintai karena keberadaanya bak seorang dewa kehidupan bagi suatu daerah.
Semarang, 06 Maret 2010
 
Kalimat Kemuliaan
Imam Abu Laits berkata : Barang siapa menjaga tujuh kalimat, maka ia akan
mulia disisi Alloh swt dan malaikat, di ampuni dosa dosanya, merasakan nikmatnya
ketaatan serta hidup dan matinya menjadi baik, yakni:
1. Mendahului sesuatu dengan Basmallah
2. Mengakhiri sesuatu dengan Hamdallah
3. Mengakhiri kesalahan dengan Istighfar
4. Apabila ingin melakukan sesuatu mengucap Insyaalloh
5. Apabila melihat sesuatu yang dibenci mengucap Lahaula Wala ....
6. Apabila ditimpa musibah mengucap Innalillah
7. Lisannya tidak berhenti mengucap Laailahaillalloh
"Durrotun Nashihin"

Musuh Musuh Setan
Dari Wahab bin Munbih Berkata : Alloh telah memerintahkan Iblis untuk datang
kepada Nabi Muhammad dan menjawab semua pertanyaanya, Nabi bertanya
" Berapa banyak musuhmu dari umatmu" Iblis menjawab " Musuhku ada 15 golongan"
Nabi bertanya " Siapakah mereka?" Iblis menjawab" Mereka adalah :
01. Engkau ya Muhammad
02. Imam yang Adil
03. Orang kaya yang Tawadhu'
04. Pedagang yang Jujur
05. Ulama' yang Khusyu' Sholatnya
06. Mu'min yang memberi Nasihat
07. Mu'min yang penyayang
08. Orang yang Bertaubat
09. Orang yang Wara'
10. Orang yang senantiasa Bersuci
11. Orang yang banyak Shodaqoh
12. Mu'min yang Berahlak Mulia
13. Mu'min yang Bermanfaat bagi Manusia
14. Penghafal Al-Qur'an yang senantiasa Membacanya
15. Orang yang senantiasa Sholat Malam
"Dorrotun Nashihin"

Jangan Kau Nikahi Wanita Yang Enam
1. Wanita Ananah
Wanita yang banyak mengeluh atau mengadu setiap saat, beralasan sakit atau pura pura sakit
2. Wanita Mananah
Wanita yang suka membangkit bangkit terhadap suami, dia akan selalu mengatakan "Aku berbuat ini karenamu"
3. Wanita Hananah
Wanita yang menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dinikahinya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain
4. Wanita Hadaqoh
Wanita yng melempar pandangan atau matanya pada tiap tiap sesuatu, dan menyatakan keinginan untuk memilikinya serta memaksa suaminya untukmembelikanya
Dengan dua makna. Pertama, Wanita yang sepanjang hari menghias mukanya.
Kedua, Wanita yang marah ketika makan dan tidak mau makan kecuali sendirian
6. Wanita Syadaqoh
Wanita yang banyak cakap, tidak menentu lagi bising
"Imam Ghozali"

Tujuh Sunah Rosul Yang Utama
1. Puasa Senin dan Kamis
2. Memperbanyak membaca Al Qur'an
3. Memperbanyak Shodaqoh
4. Membiasakan Sholat Malam
5. Menjaga Wudhu
6. Membiasakan Sholat Berjamaah
7. Membiasakan Sholat Dhuha

Rintangan Rintangan Genarasi Muda
Lemahnya hubungan dengan Alloh swt
Tidak ada perhatian dalam memahami agama
Syirik karena takut dan lemah tawakal
Lemah cita cita
Inferiority complox “kurang pe-de”
Kurang sabar menahan godaan
Pengaruh hiburan modern pada kerja dan kesungguhan
Ciut nyali, merasa gagal dan putus asa
Optimisme yang berlebihan
Terbuangnya waktu karena hiburan atau menunda
Tidak tau potensi diri sendiri
Lemahnya komunikasi dengan dai atau ulama

Kepribadian Pemimpin
1. Salimul aqidah (Beraqidah selamat)
2. Shohihul ibadah (Beribadah benar)
3. Maqinul qulub (Berhati bagus)
4. Mujahidun nafsi (Berjiwa sungguh sungguh)
5. Mutaqobul fikri (Berfikir cerdas)
6. Nafi’un li ghoirih (Bermanfaat bagi orang lain)
7. Khorisul li ghoirih (Tepat waktu)
8. Qowiyyul jismi (Berfisik kuat)
"Prof. DR. Yusuf Qordhawi"

Pemimpin harapan
1. Bermoral baik
2. Berjiwa sosial
3. Berwawasan luas
4. Pembrani dan tidak cengeng
5. Religius
"Tujuh golongan yang ditunggu surga, Abu Ahmad"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS